Dari Gunung Sindur, Semangat Para Terapis Menjemput Ilmu: Pelatihan SEDIA Menggetarkan Hati Peserta

Dari Gunung Sindur, Semangat Para Terapis Menjemput Ilmu: Pelatihan SEDIA Menggetarkan Hati Peserta
Uploaded Image


Oleh: A. Purwanto

Bogor:  Pagi itu, Ahad (07/06/2026) udara di kawasan Gunung Sindur terasa berbeda. Sejak jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB, satu per satu kendaraan mulai berdatangan menuju sebuah tempat yang menjadi saksi lahirnya semangat belajar tanpa batas: Cafe dan Resto Madani. Dari berbagai penjuru Bogor dan sekitarnya, para terapis hadir dengan satu tujuan yang sama,  memperdalam kemampuan memahami kondisi manusia melalui Pelatihan Self Energy Diagnostic (SEDIA) bersama Sifu Heri Ristiadi.

Bukan sekadar pertemuan biasa. Ada antusiasme yang terasa begitu kuat. Wajah-wajah penuh harapan tampak memenuhi ruangan, membawa rasa ingin tahu yang besar tentang bagaimana mengenali berbagai kelemahan tubuh, gangguan energi, hingga membaca kondisi batin seseorang secara lebih mendalam.

Di tengah suasana hangat dan penuh semangat, pelatihan berlangsung dengan lancar dari awal hingga penghujung acara. Para peserta diajak menyelami berbagai materi yang membuka cakrawala baru dalam dunia terapi holistik. Mulai dari deteksi kelemahan organ tubuh, mengenali gangguan medis maupun non medis, mendeteksi alergi, hingga memahami angka vibrasi jiwa, emosi, dan pikiran,  sebuah pendekatan yang bagi sebagian peserta terasa begitu membuka kesadaran baru.
Sesekali ruangan dipenuhi ekspresi takjub. 

Beberapa peserta tampak saling berdiskusi, mencatat dengan serius, bahkan mencoba langsung metode yang diajarkan. Bagi mereka, ilmu bukan sekadar teori, melainkan bekal untuk membantu sesama.

Salah seorang peserta tak mampu menyembunyikan rasa harunya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Acara ini sangat luar biasa. Banyak ilmu baru yang membuka wawasan kami,” ungkapnya penuh antusias.

Sementara itu, tuan rumah sekaligus shohibul bait, Abdul Ghofar, menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh peserta. Dengan penuh ketulusan, ia berharap semangat belajar tidak berhenti pada pelatihan ini saja. “Semoga peserta terus meningkatkan ilmu kelanjutannya, yaitu Quantum Cakra sebagai langkah terapinya,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat hingga mendekati azan Ashar. Namun semangat kebersamaan belum ingin segera berakhir. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, para peserta menyempatkan diri untuk mengabadikan momen melalui foto bersama, sebuah simbol persaudaraan, perjuangan menuntut ilmu, sekaligus pengingat bahwa perjalanan belajar masih panjang.

Di Cafe dan Resto Madani hari itu, bukan hanya pelatihan yang terselenggara. Ada semangat, harapan, dan keyakinan baru yang tumbuh,  bahwa ilmu yang dipelajari dengan hati, suatu saat akan menjadi jalan membantu banyak orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages