Pelatihan Tuina Anmo Bersama Javrel Jadi Magnet Pencari Ilmu Penyembuhan

*Pelatihan Tuina Anmo Bersama Javrel Jadi Magnet Pencari Ilmu Penyembuhan*
Oleh: Purwanto

Kota Malang: Mentari Ahad (14/06/2026) perlahan meninggi ketika satu per satu peserta mulai memenuhi ruang pelatihan di Kota Malang. Mereka datang dari berbagai daerah dengan satu tujuan yang sama: menambah wawasan dan memperdalam keterampilan terapi melalui Pelatihan Tuina Anmo bersama Javrel.

Sebanyak 12 peserta mengikuti kegiatan yang dipandu langsung oleh Founder Javrel, Bayu Saputro. Suasana pelatihan berlangsung hangat, penuh antusiasme, dan sarat semangat belajar. Tidak sedikit peserta yang rela menempuh perjalanan jauh demi memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang seni terapi tradisional yang telah diwariskan selama ribuan tahun.

Tuina Anmo sendiri merupakan salah satu metode penyembuhan tradisional Tiongkok yang dikenal luas karena pendekatannya yang holistik. Tuina adalah teknik pijat terapeutik yang menggunakan metode dorong, tarik, dan tekan untuk membantu mengatasi nyeri, stagnasi energi, serta berbagai gangguan organ tubuh. Sementara Anmo lebih menitikberatkan pada sentuhan lembut melalui tekanan dan usapan yang bertujuan menenangkan sistem saraf, meningkatkan sirkulasi darah, serta memberikan efek relaksasi mendalam.
Ketika kedua metode tersebut dipadukan, lahirlah sebuah terapi yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman dan nyaman bagi penerima terapi. Keilmuan ini semakin dikenal luas berkat kontribusi Giovanni Maciocia, seorang pakar terkemuka dalam bidang Traditional Chinese Medicine (TCM) yang banyak memperkenalkan konsep-konsep terapi Timur kepada dunia modern.

Di sela kegiatan, berbagai kesan positif disampaikan para peserta. Bu Ida, peserta asal Sidoarjo, mengaku pelatihan ini memberikan perspektif baru sekaligus memperkaya keterampilan yang selama ini telah dimilikinya.
"Pelatihan Tuina Anmo ini sangat bermanfaat untuk meng-upgrade keilmuan. Banyak teknik dan pemahaman baru yang bisa langsung dipraktikkan," tuturnya.
Hal senada disampaikan Bunda Amey, peserta asal Kepanjen, Kabupaten Malang. Dengan wajah penuh semangat, ia mengungkapkan bahwa keinginannya untuk mendalami Tuina Anmo akhirnya terwujud melalui pelatihan tersebut.
"Saya sudah lama ingin mengetahui lebih dalam tentang Tuina Anmo. Alhamdulillah, hari ini bisa belajar langsung dan mendapatkan banyak ilmu yang sebelumnya belum saya pahami," ungkapnya kepada Sifu Bayu Saputro.
Tak hanya menjadi ruang transfer ilmu, pelatihan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para praktisi terapi dari berbagai daerah. Canda, diskusi, dan praktik langsung menciptakan suasana kekeluargaan yang terasa begitu erat sepanjang kegiatan.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, pelatihan pun resmi ditutup. Namun semangat yang tumbuh selama sehari penuh itu seolah belum ingin berakhir. Para peserta berkumpul untuk sesi foto bersama, mengabadikan momen kebersamaan yang penuh makna.

Acara ditutup dengan yel-yel yang menggema lantang dan penuh semangat:

"Siapa Kita?"
"QI JAWARA!"
"Kita Siapa?"
"JAVREL?"

Sorak suara peserta memenuhi ruangan, menjadi penanda bahwa ilmu yang didapat hari itu bukan sekadar pengetahuan baru, melainkan juga energi kebersamaan yang akan terus dibawa pulang ke daerah masing-masing untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Uploaded Image Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages