*Tiga Yel-Yel Menjadi Penyemangat Halbi, Milad, dan Kopdar Terapis Berbagi APJ 14 di Masjid Al-Muqorrobun Kota Malang

*
*
Oleh: Qi Jawara
_*Masjid Al-Muqorrobun*_
Kota Malang: Malam akhir pekan yang biasanya tenang di kawasan Jalan Simbar Menjangan berubah menjadi lautan kehangatan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan. Sabtu hingga Minggu, tepatnya tanggal 23–24 Mei 2026, suasana di Masjid Al-Muqorrobun tampak begitu berbeda.
Lampu-lampu masjid bersinar lebih hidup dari biasanya. Tawa, sapaan hangat, pelukan halal bihalal, hingga gema suara penuh semangat terdengar menyatu dalam satu momentum besar: Halal Bihalal, Milad ke-4, Kopdar Terapis Berbagi APJ 14, serta giat terapi massal hasil kolaborasi APJ 14 bersama Qi Jawara dan Rojas.
Usai salat Isya, halaman masjid mulai dipenuhi para jamaah, terapis, dan tamu undangan dari berbagai daerah. Aroma kopi hangat perlahan menyelimuti suasana malam. Di salah satu sudut, Cafe Coffee Jimny telah siaga sejak awal, melayani antrean para tamu dengan racikan kopi yang menghangatkan tubuh sekaligus menghidupkan obrolan malam penuh makna.
Namun bukan hanya kopi yang menghangatkan suasana. Ada sesuatu yang lebih membakar semangat dalam even ini: tiga yel-yel penuh energi yang berkali-kali diteriakkan bersama hingga membuat suasana membahana.
Dengan suara lantang dan penuh kebersamaan, ratusan peserta kompak meneriakkan:
“SIAPA KITA?”
“PENA JIWA!”
Dari kita, oleh kita, untuk kita!
Tak berhenti di sana, semangat kembali bergema:
“SIAPA KITA?”
“AL-MUQORROBUN!”
Mbois Ilakes!
Dan yang paling membakar semangat para terapis:
“SIAPA KITA?”
“QI JAWARA IS THE BEST!”
Teriakan itu bukan sekadar yel-yel. Ia menjadi energi kolektif, menyatukan hati orang-orang yang datang dari tempat berbeda namun memiliki satu tujuan: berbagi manfaat, mempererat silaturahmi, dan menguatkan semangat pelayanan kesehatan tradisional kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan berlangsung tanpa jeda. Mulai dari workshop inspiratif, pembagian doorprize, game seru yang mengundang tawa, hingga giat terapi massal persembahan komunitas Qi Jawara yang dihadiri kurang lebih 100 klien. Wajah-wajah lelah berubah menjadi senyum lega. Banyak yang datang membawa keluhan, pulang dengan rasa ringan dan harapan baru.
Yang membuat acara ini semakin istimewa, para terapis yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Malang. Mereka datang menempuh perjalanan dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Ponorogo, Mojokerto, Magelang, hingga Jakarta. Mereka datang bukan sekadar menghadiri acara, melainkan merawat rasa persaudaraan yang telah lama tumbuh.
Waktu terus berjalan. Hingga satu jam menjelang azan Maghrib berkumandang, kebersamaan itu perlahan harus ditutup. Namun ada satu hal yang tampaknya belum selesai: rasa rindu untuk bertemu kembali.
Saat langkah kaki mulai meninggalkan halaman masjid, tersimpan satu kalimat yang seolah sama-sama dipendam di dalam hati:
“Kapan-kapan kita jumpa lagi…?”
Karena sejatinya, beberapa pertemuan tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga meninggalkan semangat yang menetap lama di hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar