*Wisata Pantai Menjadi Pesona Halal Bihalal Rojas dan Qi Jawara*
Oleh : Purwanto
Malang : Fajar baru saja menyibak langit, Ahad (26/04/2026), ketika denyut semangat mulai terasa dari para anggota komunitas terapi Rojas dan Qi Jawara. Tepat pukul 06.00, langkah-langkah penuh harap itu bergerak serempak, meluncur menuju selatan, menuju hamparan laut yang seakan telah menanti dengan cerita dan kehangatannya sendiri.
Dua destinasi dipilih bukan sekadar tempat, melainkan ruang pertemuan jiwa: Pantai Ngantep dan Pantai Kondang Merak. Di sana, birunya laut berpadu dengan langit, menghadirkan ketenangan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Seolah alam turut menjadi saksi, bahwa halal bihalal kali ini bukan hanya tentang temu, tetapi juga tentang menyatukan rasa.
Debur ombak datang silih berganti, membawa bisikan kenangan. Di antara semilir angin pantai, tawa hangat dan obrolan ringan mengalir tanpa sekat. Momen sederhana berubah menjadi istimewa ketika sajian ikan bakar tersaji, aromanya menyatu dengan udara laut, menciptakan pengalaman yang tak hanya mengenyangkan raga, tetapi juga menghidupkan jiwa.
Di tengah suasana yang penuh kekeluargaan itu, pesan-pesan penuh makna mengalir dari sosok guru kelas holistik, Irwan Chandra. Dengan tutur yang tenang namun menghunjam, beliau mengajak setiap hati untuk kembali pada esensi: memperkuat niat, menjaga keikhlasan, dan menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian. Kata-kata itu tidak sekadar terdengar, tetapi terasa, menyentuh relung terdalam setiap peserta.
Waktu pun berjalan tanpa terasa. Mentari bergeser, hingga akhirnya acara perlahan ditutup selepas Ashar. Namun sebelum benar-benar berpisah, satu momen tak pernah terlewatkan: sesi foto bersama. Bukan sekadar dokumentasi, tetapi simbol bahwa kebersamaan hari itu akan tetap hidup, dalam ingatan, dalam rasa, dan dalam perjalanan ke depan.
Halal bihalal ini bukan hanya tentang tradisi. Ia adalah tentang menyatukan energi, mempererat persaudaraan, dan mengisi kembali ruang batin dengan makna. Di antara laut, langit, dan hati yang saling terhubung, lahirlah kenangan yang akan terus beresonansi, jauh setelah jejak kaki meninggalkan pasir pantai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar