Oleh: Purwanto
Malang: Pagi itu, Jumat (18/04/2026) pukul 08.30, langkah kecil namun penuh makna dimulai. Komunitas Siapa Kita (Qi Jawara) meluncur menuju sebuah titik yang tak biasa, bukan sekadar tempat, tapi ruang pertemuan ide, pengalaman, dan sudut pandang yang kerap memantik perdebatan.
Di sebuah sudut Jalan Kebun Jati, Klampok, Singosari, Kabupaten Malang, kami mengetuk pintu seorang tokoh yang namanya tak pernah lepas dari kontroversi: Gus Nur.
Namun kedatangan ini bukan untuk menghakimi, bukan pula untuk mengagungkan. Kami datang membawa satu niat sederhana namun dalam, silaturrahmi, menyambung energi, menyerap hikmah dari perjalanan hidup seseorang yang telah ditempa oleh waktu, kritik, dan sorotan publik.
Suasana yang kami temui jauh dari kesan tegang. Tidak ada jarak. Tidak ada sekat. Yang ada hanyalah obrolan santai, mengalir seperti air pegunungan, jernih, kadang deras, namun selalu membawa makna.
Diskusi pun berkembang tanpa terasa. Dari cerita ringan, beranjak ke pengalaman panjang. Dari tawa kecil, mengarah pada perenungan mendalam.
Tak terasa, dua dekade telah dilalui beliau dalam membangun personal branding, bukan dengan strategi yang dirancang rapi, tetapi melalui proses alami yang keras, penuh risiko, dan sering kali menimbulkan pro dan kontra.
“Personal branding itu penting, meskipun harus siap menghadapi konsekuensi, bahkan kontroversi sekalipun,” ungkapnya dengan nada tenang, namun sarat makna.
Kalimat itu menggantung di udara, seolah mengetuk kesadaran kami satu per satu.
Bahwa menjadi dikenal bukan sekadar soal citra, tapi tentang keberanian menjadi diri sendiri. Tentang konsistensi dalam menyuarakan apa yang diyakini, meskipun dunia tidak selalu setuju.
Di sanalah kami belajar, bahwa dalam dunia yang penuh kepura-puraan, keaslian justru menjadi kekuatan yang paling langka.
Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan. Ia menjadi cermin. Bahwa setiap manusia sedang membangun “namanya” masing-masing, entah disadari atau tidak.
Dan dari perjalanan singkat itu, kami pulang membawa satu kesadaran baru:
Bahwa personal branding bukan tentang ingin terlihat hebat… tapi tentang berani terlihat apa adanya, lalu bertanggung jawab atas itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar