Ngabuburit Kajian Herbal di Bulan Ramadhan
Oleh: Qi Jawara
Malang: Suasana sore di Wagir, Kabupaten Malang, terasa berbeda pada Jumat kemarin (20/02/2026). Menjelang adzan Maghrib, sebanyak 13 terapis memilih mengisi waktu ngabuburit dengan menimba ilmu dalam kajian herbal Ramadhan yang sarat makna dan kebermanfaatan.
Hadir sebagai pemateri, Irwan Chandra, Founder RTCI Batu, yang membedah khazanah rempah dapur dan herbal thibbun nabawi sebagai solusi keluhan selama berpuasa. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun penuh hikmah, beliau menjelaskan bagaimana asam lambung naik, flu, hingga tubuh terasa lemas saat puasa dapat ditangani melalui pemanfaatan herbal yang tepat.
"Rempah yang ada di dapur kita, bisa dijadikan obat," ungkapnya di hadapan peserta.
Tak hanya membahas jenis tanaman, kajian ini juga menekankan pentingnya memahami masa panen, waktu pengambilan tanaman, kandungan unsur hara tanah, hingga proses pengolahan. Menurutnya, kualitas herbal sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Kesalahan dalam memilih bahan atau ketidaktahuan tentang proses panen dapat berdampak pada efektivitas pengobatan.
Hal ini menjadi catatan penting, khususnya bagi masyarakat yang terbiasa membeli produk herbal secara daring. Tidak semua penjual memahami detail masa panen, perawatan tanaman, maupun komposisi racikan. Konsumen pun kerap tidak mengetahui asal-usul bahan yang mereka konsumsi.
Suasana kajian semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan menarik, "Bagaimana cara membuat air nabeez yang benar?" Pertanyaan itu pun dijawab dengan penjelasan rinci tentang tata cara perendaman kurma atau kismis sesuai tuntunan, termasuk waktu dan takaran yang dianjurkan.
Kajian yang dimulai pukul 16.30 WIB itu berakhir tepat ketika adzan Maghrib berkumandang.
Kebersamaan pun berlanjut dengan takjil sederhana, shalat Maghrib berjamaah, dan menikmati hidangan berbuka dalam suasana hangat penuh ukhuwah.
Ngabuburit kali ini bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi menjadi momentum memperdalam ilmu, memperkuat kesehatan, dan menyatukan energi kebaikan di bulan suci Ramadhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar