Ilmu SELF ENERGY DIAGNOSTIC (SEDIA) Sangat Berguna

Ilmu SELF ENERGY DIAGNOSTIC (SEDIA) Sangat Berguna


Oleh: Purwanto

Malang:  Pagi itu, Ahad 15 Februari 2026, suasana di Ezo Co-Working Space terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum sunyi yang mempertemukan para pencari ilmu dengan satu metode yang mereka yakini akan mengubah cara pandang terhadap energi diri: Self Energy Diagnostic (SEDIA).

Beberapa pekan telah berlalu sejak pelatihan itu digelar di Kota Malang. Namun gema manfaatnya justru semakin terasa. Pesan-pesan singkat, panggilan telepon, hingga testimoni berdatangan kepada penyelenggara. Rasa syukur dan terima kasih mengalir tulus dari para peserta yang merasakan langsung dampaknya.

Pelatihan SEDIA dibimbing oleh shifu Heri R asal Karawang, yang dengan sabar menuntun peserta memahami cara mendeteksi kondisi energi diri, emosi, dan respons batin secara lebih jernih. Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar teknik, melainkan pintu untuk memahami diri sendiri secara lebih dalam.

Salah satu peserta online, berlatar belakang jurnalis sekaligus terapis, menyampaikan kesannya dengan suara bergetar haru.
"Insyaallah, saya merasa berterima kasih kepada jenengan. Keilmuan saya menjadi bertambah, dan ilmu SEDIA sangat berguna bagi saya pribadi, apalagi untuk umat."
Kalimat itu sederhana. Namun di baliknya tersimpan keyakinan bahwa ilmu yang dipelajari bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk memberi manfaat lebih luas.

Dari Banten dan Jombang, dua peserta lain, yang memilih tidak dipublikasikan namanya, juga menyampaikan pengalaman unik. Piranti deteksi yang mereka terima ternyata bisa digunakan oleh anak mereka. Bahkan, menurut pengakuan mereka, alat tersebut membantu dalam mendeteksi kejujuran sang anak.
"Alhamdulillah, bisa dipakai anak kami juga," ungkap keduanya singkat, namun penuh makna.
Bagi mereka, SEDIA bukan hanya alat profesional untuk terapi, tetapi juga sarana membangun komunikasi dan kepekaan dalam keluarga.

Sementara itu, pihak penyelenggara dari Qi Jawara memilih merespons dengan rendah hati.
"Kami hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih. Semoga ilmu yang didapat benar-benar bermanfaat untuk banyak orang," ujar Qi Jawara.

Di tengah era modern yang serba cepat, kebutuhan manusia untuk memahami dirinya sendiri justru semakin mendesak. Pelatihan SEDIA di Malang menjadi satu titik kecil dari perjalanan panjang para terapis dan pencari ilmu dalam menata energi, niat, dan kebermanfaatan.
Karena pada akhirnya, ilmu yang sejati bukanlah tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang paling siap menebar manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages