Menjemput Ilmu, Menyembuhkan dari Dalam: 25 Terapis dari Berbagai Kota Berkumpul di Malang Belajar Membaca Energi Kehidupan

*Menjemput Ilmu, Menyembuhkan dari Dalam: 25 Terapis dari Berbagai Kota Berkumpul di Malang Belajar Membaca Energi Kehidupan*
Oleh: Qi Jawara


Malang: Kota Malang kembali menjadi titik temu pencari ilmu.
Bukan sekadar kota wisata, bukan pula hanya persinggahan libur jelang Imlek dan Ramadhan. Ahad mendatang (15/02/2026), Ezo Co-Working Space di Jalan Dewandaru 68 akan berubah menjadi ruang sunyi penuh kesadaran, tempat para terapis belajar mendengar bahasa tubuh dan energi.

Sekitar 25 terapis dari berbagai daerah seperti Pasuruan, Madiun, Sidoarjo, Jombang, dan kota lainnya, rela menempuh jarak demi satu tujuan: meng-update keilmuan Self Energy Diagnostic (SEDIA). Sebuah ilmu diagnosa yang unik, karena menjembatani pendekatan modern dan tradisional dalam satu kesadaran yang utuh.

Tak hanya peserta luring, layar-layar android peserta daring ikut menyala. Jarak tak lagi menjadi penghalang ketika niat belajar telah menyatu.

Keunikan SEDIA terletak pada kemampuannya membaca kelemahan organ, baik medis maupun nonmedis, secara jarak dekat bahkan jarak jauh.

Lebih dari itu, peserta diajak memahami bahwa energi tak hanya bersemayam di tubuh manusia, tetapi juga mengalir di rumah tinggal, tempat usaha, kendaraan, hewan peliharaan, tumbuhan, hingga relasi terdekat seperti pasangan, mitra bisnis, dan karyawan.
Deteksi dini menjadi kunci.
Karena sebelum sakit hadir, sebelum konflik membesar, sebelum usaha goyah, energi selalu memberi tanda.

Pelatihan ini menghadirkan Sifu Heri R, praktisi sekaligus perumus KaHaTe asal Karawang. Dengan pendekatan yang sederhana namun mendalam, ia mengajak peserta kembali pada satu prinsip dasar: tegakkan diagnosa sebelum bertindak.

Bagi para terapis, SEDIA menjadi pondasi sebelum terapi dilakukan.
Bagi pedagang dan pebisnis, keilmuan ini diharapkan menjadi tameng dari fenomena yang kerap tak disadari, trauma uang, luka batin yang lahir dari kegagalan usaha, keputusan keliru, dan energi yang tak selaras.

Salah satu peserta, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasa syukurnya.
"Terima kasih kepada Sifu. Saya dibantu mendiagnosa kelemahan organ saya. SEDIA ini simpel, praktis, dan sangat terasa dalam mendeteksi energi positif maupun negatif," tuturnya pelan.

Bagi peserta dari luar kota, Malang bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang jeda.
Menikmati udara sejuk, sudut wisata Kota Arema, sembari menata ulang energi diri, sebelum kembali melayani, menyembuhkan, dan melanjutkan perjalanan hidup.
Karena di kota ini, ilmu bukan sekadar dipelajari.
Ia dirasakan. Ia dihidupkan. Dan ia dibawa pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages